Senin, 11 April 2016

#AprilNulis NBC Palembang : Mars Perindo



Kubuka televisi.....
MARILAH SELURUH RAKYAT INDONESIA
ARAHKAN PANDANGANMU KE DEPAN
RAIHLAH MIMPIMU BAGI NUSA BANGSA
SATUKAN TEKADMU TUK MASA DEPAN
PANTANG.... MENYERAH....
ITULAH ... PEDOMANMU
ENTASLAH KEMISKINAN CITA-CITAMU
RINTANGAN TAK MENGGETARKAN DIRIMU
INDONESIA MAJU, SEJAHTERA, TUJUANMU
NYALAKAN API SEMANGAT PERJUANGAN
DENGUNGKAN GEMA, NYATAKAN PERSATUAN
OLEH PERINDO....
OLEH PERINDO....
JAYALAH INDONESIA

Bosan. Di kepalaku nada dan lirik lagu itu lengket bak pacet. Kumatikan televisi dan mencari hiburan lain; stalking-stalking di instagram.

MARILAH SELURUH RAKYAT INDONESIA
ARAHKAN PANDANGANMU KE DEPAN
RAIHLAH MIMPIMU BAGI NUSA BANGSA
SATUKAN TEKADMU TUK MASA DEPAN
PANTANG.... MENYERAH....
ITULAH ... PEDOMANMU
Video-video komedi di instagram sedang getol-getolnya mengangkat tema mars ini. Terngiang lagi di kepala. Otakku benar-benar tercuci.

Sialan. Lebih baik aku minum kopi saja di cafe sendirian untuk memperbaiki mood. Lucu. Mood-ku bisa kacau gara-gara sebuah lagu.

Kupesan secangkir caffe latte panas tanpa gula. Kebetulan, aku penyuka rasa pahit. Dari kecil aku pun sering ngemil kertawali. Kuseruput dengan nikmat. Ah... Tenang rasanya. Jauh dari lantunan lagu sialan itu.
Tiba-tiba...
Lagu Cemburu yang dinyanyikan oleh Sandy Canester, muncul di playlist cafe.
Kulelah terus mencari..
seseorang yang selalu ada untukmu
kuingin hubungan intim, eh lebih maksudnya...
yang kau rasakan padanya
kuinginkan juga

Memoriku serta merta melompat ke saat itu. Pahit. Sama sekali tak bisa kucegah. Lagi-lagi. Lagu melemahkanku. Mengapa aku bisa dikontrol dengan mudahnya oleh lantunan nada dan lirik?
Kesal. Aku pun beranjak dari cafe dan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, kunyalakan laptop kemudian ku-download lagu Mars Perindo. Kuputar keras-keras lagu itu dengan speaker eksternal. Repeat one. Bodo amat dengan prasangka tetangga yang mungkin berkata, “Wah, Tomy sudah jadi orang partai, ya, sekarang?”
Aku harus melawan. Aku harus melawan. Aku tak mau suatu saat lagu ini mengurungku dengan kenangan yang jelek. Kurang lebih 2 jam aku mendengarkan lagu ini dengan sangat fokus.

Esoknya.....
Aku sedang berada di klinik dokter bersama. Mau konsultasi karena tadi pagi, ketika terbangun dari tidur, kudapati nanah sedang mengucur dari telingaku.


Tamat.

3 komentar: